Langsung ke konten utama

Tes Deteksi Dini Kecanduan Gadget pada Anak

 

Tes Deteksi Dini Kecanduan Gadget pada Anak

 

Petunjuk: Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur berdasarkan perilaku anak dalam 1–2 minggu terakhir. Gunakan skala berikut:

·        0 = Tidak Pernah
1 = Jarang (1–2 kali seminggu)
2 = Kadang-kadang (3–4 kali seminggu)
3 = Sering (hampir setiap hari)
 4 = Sangat Sering (setiap hari, berulang kali)



A. Perilaku Umum

1.       Anak sulit berhenti menggunakan gadget meskipun sudah diminta.

2.       Anak lebih memilih bermain gadget daripada bermain dengan teman atau keluarga.

3.       Anak sering marah atau kesal jika waktu bermain gadget dibatasi.

4.       Anak sering menggunakan gadget saat makan atau sebelum tidur.

5.       Anak menunjukkan penurunan minat terhadap aktivitas non-digital (misalnya menggambar, membaca, bermain di luar).

B. Dampak Fisik dan Emosional

1.       Anak mengalami gangguan tidur (tidur larut, sulit bangun pagi).

2.       Anak sering mengeluh sakit mata, kepala, atau leher setelah bermain gadget.

3.       Anak tampak gelisah atau tidak tenang saat tidak memegang gadget.

4.       Anak menunjukkan perubahan suasana hati yang drastis (mudah marah, sedih, atau cemas).

5.       Anak menjadi kurang aktif secara fisik.

C. Dampak Sosial dan Akademik

1.       Anak mengalami penurunan prestasi atau konsentrasi di sekolah.

2.       Anak lebih suka berinteraksi dengan gadget daripada dengan orang di sekitarnya.

3.       Anak sering meniru perilaku atau bahasa dari konten digital yang tidak sesuai usia.

4.       Anak sulit mengikuti aturan atau jadwal harian karena terlalu fokus pada gadget.

5.       Anak sering berbohong tentang penggunaan gadget (misalnya durasi atau konten yang diakses).


📊 Interpretasi Skor

·         0–15 poin: Penggunaan gadget masih dalam batas wajar.

·         16–30 poin: Perlu perhatian dan pengawasan lebih ketat.

·         31–45 poin: Anak menunjukkan tanda-tanda kecanduan gadget. Disarankan konsultasi dengan psikolog anak atau konselor.

·         46–60 poin: Tingkat kecanduan tinggi. Perlu intervensi segera dan pendampingan profesional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Mengajarkan Alfabet dengan Flashcard untuk Orang Tua

  📘 Panduan Mengajarkan Alfabet dengan Flashcard untuk Orang Tua 🎯 Tujuan Membantu anak-anak mengenal huruf A-Z secara menyenangkan dan efektif melalui media visual berupa  flashcard . 🧠 Mengapa Flashcard? Visual dan menarik : Anak-anak belajar lebih baik dengan gambar dan warna. Repetisi : Membantu memperkuat ingatan jangka panjang. Interaktif : Bisa digunakan dalam berbagai permainan edukatif. 🅰️ Apa yang Diajarkan? Nama huruf : A sampai Z. Bentuk huruf : Huruf besar (uppercase) dan kecil (lowercase). Suara huruf (fonik) : Misalnya, A berbunyi /a/ seperti pada kata  apel . Kata awal : Contoh kata yang dimulai dengan huruf tersebut (misalnya A untuk Apel, B untuk Bola). Gambar pendukung : Ilustrasi lucu dan jelas untuk memperkuat asosiasi. 🧩 Bagaimana Cara Mengajarkannya? 1. Kenalkan 1–3 huruf per sesi Jangan terburu-buru. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas. Ulangi huruf yang sudah dikenalkan sebelumnya. 2. Gunakan metode 3 langkah Tunjukkan  flashc...

Mengenal Perintah Block dalam Program Scratch

Scratch   adalah bahasa pemrograman visual yang dirancang khusus untuk anak-anak dan pemula agar mereka bisa belajar konsep dasar pemrograman dengan cara yang menyenangkan. Salah satu fitur utama Scratch adalah penggunaan   perintah block —komponen berbentuk puzzle yang bisa disusun untuk membuat program. Apa Itu Perintah Block? Perintah block adalah unit dasar dalam Scratch yang mewakili instruksi atau aksi tertentu. Setiap block memiliki bentuk unik yang menunjukkan bagaimana block tersebut bisa digabungkan dengan block lainnya. Block-block ini disusun secara vertikal untuk membentuk skrip atau program. Kategori Block dalam Scratch Scratch memiliki beberapa kategori block, masing-masing dengan fungsi yang berbeda: Motion (Gerakan) Digunakan untuk menggerakkan sprite (karakter) di panggung. Contoh: move 10 steps  (bergerak 10 langkah) turn 15 degrees  (berputar 15 derajat) Looks (Tampilan) Mengubah tampilan sprite atau menampilkan teks. Contoh: say "Hello!" for 2 se...

Ide Kegiatan Seru dengan Mewarnai

 Mewarnai bukan hanya soal mengisi gambar dengan warna. Dengan sedikit kreativitas, kegiatan ini bisa jadi momen seru yang dinantikan anak setiap hari. Yuk, coba beberapa ide berikut: 1. Mewarnai sambil bercerita Pilih gambar sesuai cerita yang sedang dibaca atau diceritakan. Misalnya, saat bercerita tentang hutan, ajak anak mewarnai gambar pohon, hewan, dan bunga. Ini membuat anak lebih imajinatif dan fokus. 2. Mewarnai bersama keluarga Jadikan kegiatan mewarnai sebagai aktivitas kebersamaan. Duduk bareng di meja, pilih gambar berbeda, lalu warnai bersama. Anak akan merasa lebih semangat karena ditemani orang tua atau kakaknya. 3. Lomba mewarnai kecil di rumah Buat tantangan ringan, seperti siapa yang bisa mewarnai paling rapi atau siapa yang bisa membuat kombinasi warna paling unik. Jangan lupa, pemenangnya bisa mendapat hadiah sederhana seperti stiker atau camilan favorit. 4. Mewarnai tematik sesuai momen khusus Gunakan tema hari besar untuk menambah variasi. Misalnya: ...