💡 Kesalahan Umum Pemula Saat Belajar OOP dan Cara Menghindarinya
Object-Oriented Programming (OOP) jadi salah satu konsep paling penting di dunia pemrograman modern. Hampir semua bahasa populer — seperti Python, Java, dan C++ — mendukung OOP.
Tapi sayangnya, banyak pemula yang langsung “terjun bebas” tanpa benar-benar memahami dasar konsepnya. Hasilnya? Kode malah jadi rumit, nggak rapi, dan susah dikembangkan.
Berikut beberapa kesalahan umum saat belajar OOP dan cara menghindarinya, biar kode kamu makin rapi dan profesional.
🧱 1. Terlalu Banyak Class untuk Hal yang Sederhana
Salah satu kesalahan paling umum adalah membuat class di mana tidak perlu.
Class memang keren, tapi bukan berarti semua hal harus dijadikan class.
Contoh buruk:
Padahal bisa disederhanakan jadi:
✅ Tips:
Gunakan class hanya kalau kamu perlu mengelompokkan data dan perilaku yang berkaitan. Kalau cuma operasi sederhana, fungsi biasa sudah cukup.
🔁 2. Lupa Prinsip DRY (Don’t Repeat Yourself)
Pemula sering menulis kode berulang di berbagai class tanpa sadar.
Padahal, OOP punya alat untuk menghindari pengulangan: inheritance dan composition.
Contoh buruk:
Lebih baik:
✅ Tips:
Kalau ada kode yang berulang di banyak tempat, pikirkan apakah bisa dipindahkan ke class induk.
🧬 3. Salah Kaprah dengan Inheritance
Banyak pemula menganggap semua hubungan antar objek harus menggunakan inheritance.
Padahal, tidak semua hubungan itu “is a” (adalah). Ada juga yang “has a” (memiliki).
Contoh buruk:
Lebih baik pakai composition:
✅ Tips:
-
Gunakan inheritance untuk hubungan “adalah”
→ contoh: Kucing adalah Hewan. -
Gunakan composition untuk hubungan “memiliki”
→ contoh: Mobil memiliki Mesin.
🧩 4. Campur Aduk Tanggung Jawab di Satu Class
Kadang pemula menaruh semua logika di satu class: dari data, validasi, sampai penyimpanan.
Akibatnya, class jadi sulit dikelola dan di-test.
Contoh buruk:
Lebih baik dipisah:
✅ Tips:
Gunakan prinsip Single Responsibility:
“Satu class hanya punya satu alasan untuk berubah.”
🧠 5. Tidak Menggunakan Abstraksi
Abstraksi membantu menyembunyikan detail rumit dan membuat sistem mudah diperluas.
Tanpa abstraksi, kode jadi kaku dan sulit dimodifikasi.
Contoh baik:
Dengan abstraksi, kamu bisa menambah jenis pembayaran baru tanpa mengubah class lain.
🧭 Kesimpulan
| Kesalahan Umum | Cara Menghindarinya |
|---|---|
| Terlalu banyak class | Gunakan class hanya bila perlu |
| Lupa prinsip DRY | Pindahkan kode berulang ke class induk atau gunakan composition |
| Salah pakai inheritance | Gunakan “is a” untuk inheritance dan “has a” untuk composition |
| Campur tanggung jawab | Terapkan prinsip Single Responsibility |
| Tidak pakai abstraksi | Gunakan abstract class atau interface bila sesuai |
🚀 Penutup
Belajar OOP itu seperti belajar merancang dunia kecil di dalam kode.
Kuncinya bukan banyaknya class, tapi seberapa jelas dan logis hubungan antar objek yang kamu buat.
Mulailah dari konsep dasar, perbanyak latihan, dan biasakan menulis kode yang mudah dibaca orang lain.
Ingat — kode yang baik bukan cuma berjalan, tapi juga mudah dirawat.
Komentar
Posting Komentar